Friday, November 9

PBB: Syria dapat berubah menjadi Somalia baru

Lakhdar Brahimi mengatakan konflik itu bisa berlangsung selama "satu tahun, dua tahun atau lebih"

Delegasi PBB dan Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, mengatakan ia khawatir negara itu dapat "menjadi Somalia baru" kecuali krisis segera berakhir.

Dalam wawancara dengan harian al-Hayat, Brahimi memperingatkan akan kemungkinan terjadinya skenario dimana milisi dan pemimpin-pemimpin etnis mengisi kekosongan kekuasaan.

Somalia tidak memiliki pemerintah pusat yang efektif sejak 1991.

Sementara itu, Inggris mengatakan akan mendukung opsi menawarkan Presiden Bashar al-Assad pengamanan jika ia meninggalkan Suriah demi mengakhiri pertumpahan darah.

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan pada televisi al-Arabiya bahwa komunitas internasional harus mempertimbangkan apa saja "untuk mengeluarkan lelaki itu dari Suriah."

Tetapi ia juga mengatakan ia lebih suka jika Assad "menghadapi hukum dan keadilan internasional atas apa yang telah ia perbuat."

'Kebenaran yang sulit dan menakutkan'

Brahimi yang menggantikan Kofi Annan sebagai delegasi internasional untuk Suriah pada bulan Agustus, berbicara pada al-Hayat sepekan setelah gagalnya gencatan senjata selama empat hari.

Dalam wawancara, diplomat Aljazair itu mengecilkan risiko partisi sektarian dan etnis, yang menurut sejumlah pengamat dapat menuju pada pembentukan negara bagian di timur negara itu oleh minoritas Alawite yang berkuasa, dan memperingatkan bahwa Suriah menghadapi sesuatu yang jauh lebih buruk.

"Orang-orang berbicara tentang risiko partisi di Suriah. Saya tidak melihat adanya partisi," kata Brahimi.

"Saya yakin jika isu ini tidak dihadapi secara tepat, bahayanya adalah akan terjadi 'Somalisasi' dan bukan partisi, runtuhnya pemerintahan dan munculnya milisi serta kelompok-kelompok yang saling bertempur," tambahnya.

Pertempuran selama bertahun-tahun di Somalia yang terjadi antar klan dan ketidakmampuan mengatasi kelaparan dan wabah penyakit, membuat jutaan orang di negara itu meninggal dunia sejak Presiden Siad Barre digulingkan pada 1991.

Brahimi mengatakan ia menantikan resolusi mengikat dari Dewan Keamanan PBB berdasarkan pada panduan untuk transisi politik yang disetujui di Jenewa bulan Juni lalu oleh Kelompok Aksi untuk Suriah.

"Semua orang harus menghadapi kebenaran yang pahit, sulit dan menakutkan, bahwa krisis seperti ini, jika tidak dihadapi dengan tepat dari hari ke hari dapat berlangsung selama satu tahun, dua tahun atau lebih," kata dia.

0 ulasan:

Post a Comment

Tinggalkan Komen Anda Di Sini Cerita Kedai Kopi

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 

Copyright © Cerita Kedai Kopi